Sungai dan Danau untuk Membangun Ekonomi Kamboja


Kamboja adalah negara tropis, terletak di Asia Tenggara di antara 10 dan 15 derajat lintang utara dari khatulistiwa dan iklim sama seperti Yogyakarta dan juga punya dua musim yang disebut musim kemarau dan hujan. System pengairan yang paling penting di Kamboja adalah sungai Mekong dan danau Tonle Sap. Sungai Mekong dan danau Tonle Sap memberikan tiga hal yang penting untuk ekonomi Kamboja yaitu: transportasi, pariwisata, perikanan, dan pertanian. Di Indonesia juga ada banyak sungai tetapi sungai di pulau Jawa bisa memberikan hal yang paling penting untuk ssstem irigasi saja dan sedikit untuk perikanan.

 

Transportasi dan Pariwisata

  • Transportasi

Untuk orang-orang Kamboja yang tinggal di sepanjang sungai Mekong dan Danau Tonle Sap mudah untuk membawa hasil pertanian atau barang-barang yang lain provinsi satu ke provinsi lain atau ke Phnom Penh dan juga harganya murah dan sangat aman. Sungai itu bisa dilewati kapal laut sedang untuk membawa barang-barang dari Phnom Penh atau mengimpor barang-barang dari luar negeri ke Phnom Penh karena di Phnom Penh ada satu pelabuhan untuk kapal laut masuk dan fungsi danau Tonle Sap untuk menjemput wisatawan dari Phnom Penh ke Provinsi Siem Reap.

  • Pariwisata

Sungai Mekong dan danau Tonle Sap adalah tempat wisata yang indah dan nyaman. Di danau Tonle Sap ada tempat konservasi burung yang besar dan ada kira-kira 80 jenis burung di sana. Di sana orang asing suka pergi untuk melihat burung dan pemandangan. Dan juga membuat tingkat kehidupan ekonomi masyarakat membaik dan masyarakat berhenti untuk menangkap burung atau menembak karena bisa pindah pekerjaan dengan menjual barang-barang lain atau makanan minuman kepada wisatawan. Dari sungai Mekong wisatawan suka pergi ke provinsi Kratia untuk melihat ikan lumba-lumba sungai. Saya pikir mungkin di sungai di Asia tenggara hampir punah atau tidak ada lagi.

  • Perikanan

Saya pikir sungai di pulau Jawa tidak dimanfaatkan untuk perikanan tetapi untuk memancing atau hiburan saja. Tetapi sungai Mekong dan danau Tonle Sap sangat paling penting untuk orang-orang Kamboja karena orang Kamboja suka makan ikan dan membuat makanan yang bisa disimpan untuk waktu yang lama antara lain Prahok, Pook ikan pangga, dan makanan itu bisa juga untuk memasak makanan lain yang enak. Disungai dan danau itu ada banyak macam ikan. Musim ikan selama 7 bulan dari November sampai terakhir bulan Juni karena darii mulai bulan Juli sampai bulan November ikan bertelur jadi dilarang untuk ditangkap. Sekarang ikan disana berkurang karena nelayan mencari ikan pakai listrik dan pukat. Dan juga ada petani menebang hutan bakau yang menjadi tempat untuk ikan bertelur dan mencari makanan, untuk membuat sawah atau menjual tanah ke orang kaya. Tapi sekarang pemerintah sedang mengambil langkah untuk melindungi ikan supaya tidak punah.

  • Pertanian

Di Kamboja ada 807 orang Kamboja adalah petani dan semua orang-orang Kamboja makan nasi. Untuk produksi beras di Kamboja tergantung pada hujan karena tidak ada system irigasi cukup untuk orang-orang tinggal di sepanjang sungai Mekong dan danau Tonle Sap mudah untuk produksi beras atau tanam sayur. Tetapi untuk orang lain tinggal jauh dari sungai dan danau itu sulit sekali karen hujan tidak cukup jadi mereka perlu system irigasi untuk produksi beras. Untuk produksi beras orang-orang Kamboja masih pakai alat traditional. Paling penting untuk produksi beras dapat hasil yang paling bagus perlu system irigasi bagus, teknologi tinggi dan juga pupuk.

 

Keo Bunrith (eks-murid, diplomat dari Kamboja)

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: