Pekerjaan di Selandia Baru


Sejak umur 4 tahun ketika saya melihat pesawat yang lewat pertanian bapak, saya punya cita-cita menjadi pilot.

Saya lulus dari Sekolah Tinggi akhir tahun 1963. Saya beruntung masuk Sekolah Teknik dengan maskapai New Zeland National Airways Corporation di kota Christchurch Pulau Selatan tahun 1964. Ketika saya sampai di Bandara Christchurch saya merasa gugup karena saya tidak kenal orang-orang di kelas. Hari pertama saya memasuki sekolah teknik montir pesawat dengan dua puluh tiga orang lain selama tiga bulan.Kami belajar Teknik Penerbangan Dasar.

Lalu saya masuk ke departmen yang memperbaiki alat-alat sistem hidraulik selama tiga bulan. Tiap tiga bulan kemudian kami dipindah ke departmen-departmen lain sampai akhirnya empat tahun kami mengerti lebih baik mengenai sistem-sistem perbaikan pesawat. Tahun yang kelima, saya pindah ke Auckland. Di situ saya belajar mengenai “Line Maintenance” pesawat-pesawat maskapai, seperti DC-3, F-27, Viscount, dan B737.

Ketika saya ada di Auckland saya menabung gaji supaya bisa membeli sepeda motor, Triumph Thunderbird. Akhir tahun 1968 saya membeli sepeda motor itu. Wah, itu cepat sekali!

Satu malam ketika teman kolega dan saya menunggu pesawat di ramp, saya bertemu seorang pramugari yang cantik bernama Glenys,lalu dia menjadi pacar saya. Kami menikah tgl.6 Bulan Juni 1970. Kami jalan-jalan keliling Pulau Selatan untuk bulan madu.

Ketika saya sedang belajar menjadi montir pesawat, saya mulai menjadi pilot dari instruktur Angkatan Udara Selandia Baru tiap akhir minggu. Saya menerima Commercial Pilots Licence tahun 1970, tidak lama sesudah menikah.

Saya bekerja selama empat puluh dua tahun dalam industri aviasi di Selandia Baru, Australia, Indonesia, dan Papua New Guinea. Penerbangan di negara Indonesia adalah tantangan yang paling besar karena, bahasa, makanan, kebudayaan baru, gunung-gunung tinggi, dan cuaca yang buruk. Tetapi itu pengalaman yang paling baik.

Pekerjaan di Selandia Baru dikontrol oleh Peraturan Pemerintah, contoh, gaji minimum, kondisi-kondisi kerja, dll. Gaji profesional dan karyawan yang cakap cukup tinggi, contoh $50 / jam, tetapi gaji karyawan tidak cakap, cukup rendah, contoh kira-kira $10/ jam. Orang yang bekerja di Selandia Baru mendapat 2-3 minggu cuti setahun. Kadang-kadang mereka ke pantai, danau, atau sungai untuk liburannya.

Leo Humme (mantan murid yang tinggal di Medan – Indonesia)

Comments are closed.

%d bloggers like this: