Festival Tradisional di Kamboja


Di Kamboja ada banyak perayaan tradisional antara lain Tahun baru , Perayaan Air , perayaan Pchum Ben dan yang lain. Sekarang saya mau menjelaskan tentang perayaan Pchum Ben Karena perayaan ini yang paling penting untuk orang Kamboja sepeti Hari raya idul Fitri di Indonesia yang paling meriah dan unik bagi orang muslim.

PCHUM BEN apa artinya ?

Pchum adalah hari ketika orang-orang berkumpul dengan keluarga mereka di pagoda. Ben adalah nasi dan makanan yang dibawa orang-orang pagoda selama perayaan itu.

Jadi perayaan PCHUM BEN adalah perayaan di mana orang-orang membawa nasi dan makanan dan berkumpul dengan keluarga mereka di pagoda.

Kapan orang Kamboja merayakan perayaan PCHUM BEN ?

Orang Kamboja selalu merayakan perayaan itu pada bulan ke sepuluh kalendar bulan karena bulan itu adalah bulan gelap dan perayaan itu berlangsung selama 15 hari mulai dari hari pertama sampai hari ke 15. Hari ke 15 adalah hari terakhir disebut Hari PCHUM BEN .

Mengapa orang Kamboja merayakan perayaan itu ?

Karena di masa lalu sampai sekarang orang Kamboja selalu sangat percaya tentang roh nenek moyang dan dosa dan amal. Orang Kamboja percaya bahwa setiap orang yang sudah meniggal akan bereinkanasi menjadi sesuatu tergantung dosa dan amal mereka dari perbuatan mereka ketika mereka masih hidup.

Contohnya untuk orang yang melakukan hal yang baik akan bereinkanasi menjadi manusia yang kaya tampan cantik atau yang lain. Untuk orang yang melakukan hal yang jelek akan mendapat dosa dan disiksa oleh raja neraka kemudian berinkanasi menjadi binatang tergantung dosa mereka sedikit atau banyak.

Orang Kamboja juga takut pada kutukan roh moyang mereka Karena Setiap tahun, raja neraka selalu membuka pintu neraka untuk melepaskan roh-roh jahat pergi ke bumi selama 15 hari , roh-roh jahat itu pergi ke pagoda dan makan makanan persembahan yang sudah dikumpulkan oleh orang-orang di pagoda.

Selama 15 hari roh nenek moyang mencari keluarga mereka yang membawa makanan persembahan ke pagoda untuk mereka makan makanan persembahan biasanya diberikan kepada biksu. Kemudian biksu akan berdoa dan memberi mantra untuk mengirim makanan kepada roh nenek moyang atau roh-roh jahat. Di waktu itu, roh nenek moyang mencari keluarga mereka di 7 pagoda dan kalau mereka masih tidak melihat keluarga mereka yang membawa makanan pergi ke pagoda, roh nenek moyang akan lapar dan marah sekali kepada keluarga itu dan roh nenek moyang akan mengutuk keluarga itu sehingga tidak bisa sukses dalam melakukan hal-hal sepanjang tahun karena roh nenek moyang pikir ketika mereka masih hidup mereka sudah melakukan banyak hal untuk menghidupi anak-anaknya mengapa ketika mereka sudah meninggal dan sedang mendapat dosa di neraka anak-anaknya tidak memberi perhatian kepada mereka.

Orang Kamboja merayakan perayaan itu untuk apa ?

Orang Kamboja merayakan perayaan untuk membantu dan minta maaf kepada orang yang sudah meniggal dan sedang mendapat dosa supaya mereka lebih cepat bereinkanasi menjadi manusia kembali lewat mantra biksu.

Di perayaan itu Orang Kamboja akan melakukan apa ?

Selama 15 hari, meskipun mereka sibuk atau miskin, mereka harus memasak makanan untuk dipersembahkan di pagoda, setidak-tidaknya satu kali, khususnya hari terakhir yang disebut hari PCHUM BEN adalah hari yang paling penting.

Di waktu itu, orang yang sedang bekerja atau tinggal di Ibu Kota dan punya keluarga di desa akan pergi ke desa mereka untuk mengunjungi dan memasak makanan bersama setelah itu mereka akan membawa makanan ke pagoda dan mereka membeli oleh-oleh atau memberikan uang ke orang tua atau saudara mereka , dan mengajak teman-temannya ke rumah mereka untuk makan dan minum.

Rath Sophea (mantan murid, diplomat asal Kamboja)

Comments are closed.

%d bloggers like this: