Orang Jalanan di Paris


Di Paris, “Resto du Coeur”, “warung dari hati” adalah salah satu organisasi sosial Prancis yang bekerja untuk orang jalanan. Pada 1960, orang jalanan sering dibantu oleh Resto du Coeur. Organisasi itu mempunyai 3 kegiatan utama : menyediakan makanan di jalan, menyediakan rumah-rumah singgah dan kapal-kapal di sungai di Paris untuk tinggal sementara waktu, dan menciptakan konsep baru untuk beberapa rumah penampungan.

Mengapa organisasi itu ada? Organisasi itu ada karena semakin banyak orang jalanan di semua kota besar di Prancis. Orang jalanan ini tidak mempunyai rumah, pekerjaan dan fasilitas sosial. Sering kali, mereka tidak mengetahui mengapa mereka berada di dalam situasi buruk seperti itu. Orang-orang itu menjadi “orang jalanan” sebagai akibat dari munculnya masalah psikologis dan masalah hubungan personal dan juga dampak dari PHK (pemutusan hubungan kerja).

Setiap hari, mereka mengemis atau mengamen di jalan dan di metro (kereta bawah tanah). Mereka memasuki metro dan mulai pidatonya, “Nama saya Pierre. Saya sendiri, saya lapar dan tidak makan sejak dua hari. Tolong berikan saya beberapa koin supaya saya bisa makan dan membayar kamar.” Kemudian, mereka berkeliling dan mendapat koin-koin itu.

Setiap malam, Resto du Coeur bisa ditemukan orang jalanan di banyak daerah parkir. Tenaga sukarela menghidangkan makanan kepada orang jalanan. Di sana, orang jalanan menikmati waktu yang pendek dan mengobrol. Kemudian, mereka harus mendatangi resto itu cepat-cepat kalau tidak, mereka pasti tak akan mendapat makanan. Setelah itu, mereka mencari tempat tidur: di stasiun metro di bahwa tanah, di jalan atau di taman umum. Situasi itu menjadi rumit selama musim dingin karena stasiun metro itu adalah satu-satunya tempat di mana mereka bisa menghangatkan diri. Sebagian kecil, orang bisa tidur di “peniche”(kapal) atau tempat penampungan. Salah satu aturan di sana bahwa orang jalanan bisa tinggal sekali sebulan selama satu minggu saja. Kesempatan itu memungkinkan orang jalanan untuk mandi, mempunyai tempat tidur nyaman dan makanan.

Kegiatan utama ketiga yang baru diciptakan tahun 1998 adalah “rumah penampungan”. Konsep itu dimulai Resto du Coeur dengan 50 tenaga sukarela dan 50 orang jalanan. Rekomendasi untuk memasuki rumah itu didapat dari pekerja sosial yang mengikuti orang jalanan. Menurut aturan-aturan di rumah itu, orang jalanan bisa tinggal selama satu tahun di sana dan harus sering bertemu dengan tenaga sukarelanya dan pekerja sosialnya. Ada wanita dan pria di rumah itu. Sering kali, wanita mempunyai anak-anak. Kelompok wanita pasti diabaikan oleh suami atau pacarnya.

Dalam dua tahun, seorang wanita berumur 30 tahun dan anak perempuannya yang berumur 7 tahun saya dampingi. Mereka berasal dari Senegal, negara di Afrika Barat. Di sana, dia bertemu suaminya, orang Prancis. Kemudian dia meninggalkan negaranya dengan suami dan anaknya untuk menjalani gaya hidup Prancis. Mula-mula, dia khawatir tetapi dia berpikir bahwa kehidupan di Prancis akan lebih menarik untuk pendidikan anaknya. Setelah sementera waktu di Prancis, dia menemukan bahwa suaminya mempunyai gaya hidup berbeda : selalu mabuk dan bersama wanita lain. Suatu hari, suaminya memaksa mereka untuk keluar dari rumah dan tidak boleh pulang. Untunglah, mereka sudah menikah dan wanita itu sudah menerima kewarganegaraan Prancis. Dia bisa minta bantuan dari sebuah lembaga pemerintah dan bertemu dengan seorang pekerja sosial. Setelah beberapa bulan tinggal di mana-mana, dia memasuki rumah penampungan. Kami bertemu dua kali seminggu dan bekerja sama untuk membuat rencana. Dia ingin mengikuti kelas untuk menjadi sekretaris. Dalam pada itu, dia mencari pekerjaan sebagai kasir supermarket. Setiap kali kami bertemu, saya membantu untuk memahami semua dokumen sosial yang dikirim pemeritah supaya dia bisa menerima fasilitas sosial dari sebuah lembaga sosial pemerintah. Kadang-kadang, saya memberikan nasihat-nasihat berbeda tentang : membuat CV, menyelesaikan formulir lamaran, mempersiapkan wawancara dan pertanyaan lain menurut keperluannya. Kadang kala, kami makan malam bersama dan saya bermain dengan anaknya. Untunglah, dia tidak khawatir dengan anaknya karena anaknya suka bersekolah dan tidak mempunyai masalah besar.

Organisasi sosial Prancis mendapat dana dari perusahaan-perusahaan swasta, uang pribadi, dan juga dari lembaga-lembaga pemerintah untuk melakukan proyek sosialnya. Setiap tahun, beribu-ribu orang Prancis memberikan uang dan/atau ikut serta dalam aktivitas-aktivitas sosial. Hal-hal tersebut penting, tetapi masalah sosial di jalan itu menjadi semakin buruk setiap tahun sejak 10 tahun terakhir karena banyak orang tidak mempunyai pekerjaan. Orang-orang yang tidak bekerja dan sudah lama menganggur mendapatkan banyak uang dari pemerintah yang setara dengan 80% gaji mereka dulu. Kini, tingkat pengangguran Prancis naik dengan tajam sampai 11%. Situasi itu berdampak pada orang jalanan, orang muda yang baru pertama kali mencari pekerjaan dan orang yang hampir pensiun.

Tammy Gouldstone

Comments are closed.

%d bloggers like this: