Wanita Barat


Potret wanita Barat berbeda dibandingkan wanita Indonesia. Ada berbagai faktor seperti: pernikahan, anak, karir, gaya hidup yang masyarakat dan keluarga Barat, umumnya, terbuka karena proses kesamaan antara laki-laki dan perempuan sudah dikembangkan. Tetapi di Indonesia, meskipun ada wanita mandiri, khususnya di kota besar, mereka ditekan masyarakat Indonesia yang masih tradisional. Mereka ingin menikmati hidup berbeda, tetapi, keputusan keputusan yang penting terhadap hidup mereka masih berhubungan budayanya.

Perempuan dan laki-laki Barat sering tinggal bersama sebelum menikah. Ketika mempunyai anak-anak, kadang-kadang mereka menikah karena situasi itu mungkin lebih nyaman pada anak-anaknya. Mereka bisa mengikuti upacara pernikahan orang tuanya! Konsep itu aneh untuk masyarakat yang tradisional. Orang-orang lain tidak pernah menikah dan tinggal lama bersama atau kemudian mereka bercerai. Di negara-negara Barat, situasi seperti itu biasa dan wanita tidak mempermalukan orang tuanya daripada wanita Indonesia di dalam situasi sama.

Kini, wanita Barat bisa pacaran dan menikah kapan pun. Dia tidak dianggap “perempuan tua” oleh masyarakat. Kalau orang perempuan masih lajang setelah umur 30 tahun, dia belum bertemu orang laki-laki yang baik sesuai harapannya. Misalnya, kalau dia berfokus pada karirnya, ada kemungkinannya dia akan melahirkan bayi hampir setelah umur 35 tahun atau tidak. Dulu di Amerika dan Eropa, perempuan harus mencoba mempunyai bayi sebelum umur 40 tahun. Tetapi sekarang kebanyakan perempuan melahirkan bayi sampai umur 50 tahun. Sebenarnya, kondisi kesehatan tidak dijadikan kekhawatiran untuk wanita karena mereka ingin mempunyai bayi. Di Indonesia (dan banyak negara-negara Asia lainnya), wanita percaya bahwa dia harus melahirkan bayi sebelum umur 30 tahun karena mungkin kesehatannya tidak akan bagus.

Di kebanyakan negara, laki-laki dan perempuan dewasa masih tinggal di rumah orang tuanya. Di negara Barat, itu mungkin di negara “latin”, tetapi, sebagian besar orang tua Barat lebih suka anak-anaknya menjadi mandiri karena pendidikan keluarga mereka seperti itu. Kemudian, umur 18 tahun, biasanya, perempuan bisa memilih universitas mana pun (mungkin negara lain) dan mencari apartmennya. Pada saat itu, dia menjadi lebih mandiri. Kemudian, semua ide-idenya terhadap karir dan situasi keluarga menjadi nyata.

Kalau wanita belajar di universitas dan mempunyai sedikitnya diploma Masters dan dia pasti mendapat pekerjaan sesuai harapannya dan berkedukukan setinggi orang laki-laki. Misalnya, beberapa wanita berkedudukan sebagai kepala di perusahaan besar, tetapi situasi itu masih dikembangkan. Di Amerika, sedikit wanita bekerja sebagai “ibu rumah tangga”. Sering kali, keputusan itu tergantung gaya hidupnya. Banyak wanita yang mendapat gaji menengah (suami mendapat gaji sama dia atau lebih tinggi) dan mempunyai dua anak belum bersekolah sepanjang hari, memilih tinggal di rumah beberapa tahun dan kadang kadang mereka memulai pekerjaan di rumah.

Akhirnya, itu adalah beberapa contoh di potret wanita Barat. Pasti ada banyak contoh lain. Kemudian, saya masih harus menulis buku dengan lebih detail tentang topik itu!

 

Tammy Gouldstone

 

Comments are closed.

%d bloggers like this: