Bagaimana Memakai Konjungsi (2 habis)


Sebelum menjelaskan konjungsi yang lainnya, di bawah ini adalah kunci jawaban latihan tatabahasa untuk edisi yang lalu.

      1.Guru saya menjelaskan tatabahasa sementara saya menulis.

2.Saya menyanyi sambil bermain gitar.

3.Tadi pagi saya tidak makan pagi sehingga sekarang saya merasa lapar sekali.

4.Saya mau tidur lebih awal supaya besok pagi saya bisa bangun pagi-pagi.

5.Dia berolah raga setiap pagi supaya menjadi sehat.

6.Ibu menonton tv sementara bapak membersihkan rumah.

7.Ketika saya sedang jalan-jalan di Malioboro saya bertemu teman saya.

8.Pieter bekerja keras sekali hari ini sehingga sekarang dia merasa capai sekali.

9.Dia membaca koran sambil makan pagi.

10. Ketika saya bekerja di Indonesia saya belajar bahasa Indonesia di Wisma Bahasa.

Sekarang perhatikan konjungsi di bawah ini:

1. Karena

Kata hubung ”karena” mempunyai arti alasan (reason).

Contoh:
Kalimat pertama : Hari ini dia tidak belajar di kelas.

Kalimat kedua : Dia sakit perut. (kalimat ini adalah alasan bahwa Hari ini dia tidak

belajar di kelas)

Kalimat gabung : Hari ini dia tidak belajar di kelas karena sakit perut.

2. Kalau, seandainya

Kata hubung ”kalau” dan ”seandainya” mempunyai arti syarat (condition).

Contoh:

Kalimat pertama : Saya akan datang di pestamu nanti malam.

Kalimat kedua : Nanti malam tidak ada hujan. (kalimat ini adalah syarat bahwa Saya

akan datang di pestamu nanti malam)

Kalimat gabung : Saya akan datang di pestamu nanti malam kalau nanti malam tidak

ada hujan.

Kata hubung ”seandainya” kadang-kadang mempunyai makna bahwa syarat dalam kalimat kedua hampir tidak mungkin (imposible) terjadi.

Contoh:

Kalimat pertama: Saya akan terbang ke semua tempat di dunia.

Kalimat kedua: Saya punya sayap. (kalimat kedua adalah syarat (yang tidak mungkin

terjadi) bahwa Saya akan terbang ke semua tempat bagus di dunia)

Kalimat gabung: Saya akan terbang ke semua tempat bagus di dunia seandainya

saya punya sayap.

3. Tetapi

Kata hubung ”tetapi” mempunyai arti pertentangan (contrastif).

Contoh:

Kalimat pertama : Dia memang bodoh

Kalimat kedua : Dia rajin.

Kalimat gabung : Dia memang bodoh, tetapi rajin.

4. Sejak

Kata hubung ”sejak” mempunyai arti ”awal waktu mulai aktivitas”

Contoh:

Kalimat pertama : Dia belajar bahasa Indonesia.

Kalimat kedua : Dia bekerja di perusahaan Indonesia. (aktitivitas dalam kalimat kedua

adalah awal dia mulai belajar bahasa Indonesia)

Kalimat gabung: Dia belajar bahasa Indonesia sejak dia bekerja di perusahaan

Indonesia.

5. Meskipun

Kata hubung ”meskipun” mempunyai arti ”ada kesungguhan

Contoh:

Kalimat pertama: Dia belum sembuh dari sakitnya.

Kalimat kedua: Dia sudah minum banyak obat. (kalimat kedua menyatakan bahwa dia

sungguh-sungguh dengan usaha keras sudah minum obat)

Kalimat gabung: Dia belum sembuh dari sakitnya meskipun sudah minum banyak obat)

Latihan:

Isilah dengan kata hubung (sejak, seandainya, kalau, tetapi, karena, meskipun) yang tepat!

  1. Dia pintar sekali menari. ……………… dia berumur 12 tahun, dia sudah berlatih menari.
  2. Rumah Pak Andi tidak terlalu besar …………………… rumah itu sangat bersih dan nyaman sekali.
  3. Saya suka sepeda motor itu. ………………. saya punya uang, saya akan membeli sepeda motor itu.
  4. Dia memaksa dirinya bekerja di kantor ……………….. badannya agak sakit.
  5. Hari ini anak-anak tidak pergi ke sekolah …………… hari ini adalah hari libur nasional.
  6. …………………… saya menjadi presiden saya akan membantu orang-orang miskin.
  7. Saya ingin tinggal di Indonesia lebih lama ………………… ijin tinggal saya sudah habis.
  8. Saya suka makan makanan Padang ………………. enak sekali.
  9. …………………… perutnya sakit, dia masih mau makan makanan pedas.
  10. Dia tidak pernah lagi mengunjungi kami ………………. kami pindah rumah.

 

 

 

Comments are closed.

%d bloggers like this: