Kota Gede


Kota Gede adalah kota tua yang dibangun pada tahun 1575 oleh Ki Ageng Pemanahan, Raja kerajaan Islam Mataram, oleh rakyatnya yang disebut “Mentawisan”. Kota Gede terletak di sebelah tenggara jantung kota Yogyakarta. Sekarang kotanya terkenal karena merupakan sentra kerajinan perak di Yogya. Di Kota Gede masih ada beberapa rumah penduduk Jawa yang tersimpan dengan baik, kurang lebih 170 rumah. Selain itu, di Kota Gede juga terdapat Makam Raja-raja Mataram terdahulu antaralain, Makam Panembahan Senopati (pendiri Mataram) dan Makam Agung (Raja Mataram). Namun, kemudian makam Raja-raja Mataram pertengahan hingga saat ini dipindahkan di daerah Imogiri.

Di depan makam, ada pohon “beringin” berjulur panjang yang menandakan usianya yang telah tua seolah menjadi penjaga tempat keramat tersebut. Di dalamnya, suasana tradisional masih sangat terasa di kota ini. Misalnya, terlihat komplek Masjid Agung Kota Gede yang masih seperti di lingkungan kraton, dimana lengkap dengan pagar batu berelief mengelilingi masjid. Pelataran yang luas dimana terdapat beberapa pohon sawo kecik, serta sebuah bedug berukuran besar yang umurnya sudah sangat tua, setua Masjid Agung Kota Gede sendiri.

Kota Gede tidak cukup disebut sebagai kota perak dan kota kuno. Tetapi di sini masih ada Pasar Gede. Meskipun bangunannya hanya memakai arsitektur sederhana dan seadanya, Pasar Tradisional yang dibangun pada masa Panembahan Senopati telah menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat mentawisan.

Pasar Kota Gede sekarang bertambah ramai dan sesak baik oleh penjual maupun pembeli. Bahkan area pasar bisa bertambah hingga depan kantor pos. Oleh karena itu, oleh sebagian besar penduduk Kota Gede, pasar ini lebih dikenal dengan nama Pasar Legi.

(Sulathin Thiladej (Lee)eks murid, diplomat Laos)

Comments are closed.

%d bloggers like this: