Katakan Cinta


Brittney menyukai olahraga bola basket, berteman dan juga menghadiri pesta. Dan ketika dia sedang melukis, dia akan asyik dengan hal tersebut. Dia melukis semua hal yang dilihatnya, burung-burung, bunga-bunga dan langit. Suatu hari dia duduk dekat jendela kamarnya, dan melukis semua hal yang ada di depannya.

Namun akhir-akhir ini, dia merasa pusing. Semua ototnya terasa sakit sekali. Hal ini mengkha­wa­tir­kan orang tuanya. Sehingga mereka membawanya ke dokter. Dan kemudian dokter me­meriksanya, agar diketahui apakah dia menderita suatu penyakit atau tidak. Kemudian perawat yang merawatnya keluar dengan muka sedih. Lalu dia mengatakan yang sebenarnya terjadi pada Brittney “Saya turut prihatin karena Anda mengalami Leukemia, dan kemungkinan ber­tahan hidup hanya tiga bulan saja”.

Kemudian, Brittney bangun dan berlari dari ruangan itu, dan membanting pintunya. Dia berlari di jalan sambil berteriak. Dia menangis tersedu-sedu. Dia tidak tidur semalaman, membayang­kan seperti apa meninggal. Orang tuanya memeluknya erat-erat, Aan berkata “Kami mencin­taimu”. Kami akan membahagiakanmu pada saat-saat terakhirmu. Kami akan melakukan apa saja untukmu.

Lalu Brittney dan orang tuanya pindah ke Florida, agar bisa tinggal dekat laut, sebab dia suka laut. Dan bila dia meninggal, disitulah dia mau berada. Dia melewatkan hari-harinya dengan melukis dan berkuda di pinggiran teluk.

Pada suatu hari dia bertemu seorang pemuda yang bernama Jay. Mereka mengumpulkan kerang-kerang bersama. Dan menibicarakan banyak hal. Kemudian di suatu hari, sambil ber­jalan kaki Jay memberikan sebuah cincin kepada Brittney. Dan di cincin tersebut tertulis kalimat “Aku cinta padamu”. Hal ini membuat Brittney terharu. Dan ketika Jay memasangnya di jarinya, Brittney mulai menitikkan air mata.

“Saya menderita Leukemia dan hidup saya tinggal sebulan lagi”. Jay berkata,” Apa saja yang akan terjadi, saya tetap mencintaimu, dan apa saja yang akan tedadi, kaulah tambatan hatiku”.

Sesudah itu mereka tetap bersama setiap hari. Mereka berenang di Samudera Atlantik. Sema­kin lama Brittney makin lemah, dan sulit untuk dia bangun.

Pada suatu hari Brittney melukis dirinya sendiri. Lalu memberikannya kepada Jay. Dia berkata, “Saya u kamu mengenang saya, Bahkan ketika saya meninggalkan tempat ini.” Pada suatu hari, sambil mereka berjalan kaki dan mencari kerang di pantai, Brittney terjatuh dan mulai se­sak napas.

Dia berkata kepada Jay, “Peganglah tanganku! Saya mencintaimu lebih daripada yang lain. Kamu adalah cinta sejatiku. Tetapi sekarang waktuku telah habis, dan saya akan mengawasi­mu dari atas.” Sesudah itu Brittney meninggal, sambil terbaring di pelukan Jay. Jay duduk di situ sepanjang hari sambil memeluk Brittney.

Semoga hal ini bisa menjadi pelajaran buat Anda. Katakanlah cinta kapanpun Anda bisa, Ka­­rena mungkin mereka akan meninggalkan Anda. Dan Anda tidak akan ada di sisinya, karena cinta adalah segalanya untuk semua orang. Tanpa itu, dunia akan mati. Jadi, katakanlah cinta kepada mereka selalu, kepada orang tua, kepada kekasih, kepada teman. Kirimkanlah ini ke­pada semua orang yang Anda kenal. Hal ini membuat perbedaan yang besar walaupun Anda tidak berpikir begitu.

Setiap orang layak menerima pernyataan “Aku mencintamu.” Karena mungkin tidak ada se­orang pun yang mengatakan hal itu kepada orang itu.

Diterjemahkan oleh Alice Crocker, mantan murid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: