Biak – Jayapura


papua.jpgPernah melihat iklan rokok U-Mild yang baru di TV? Ada tiga orang karyawan yang mendapat tiket pesawat gratis. Mereka belum pernah ke Jogja. Mereka senang sekali. Mereka punya yel: Jogja! Jogja! Jogja! yang setiap saat diucapkan sambil menari dan tertawa senang. Sampai-sampai di dalam pesawat tertidur dan bermimpi tentang Jogja. Ketika pesawat landing, mereka sekali lagi mengucapkan yel: Jogja! Jogja! Jogja! Ketika mau keluar landasan, pas di depan mereka ada tulisan: Bandara Ngurah Rai Bali. Kemudian serentak mereka mengucapkan yel: Bali! Bali! Bali! sambil menari dan tertawa senang.

 

Iklan tersebut mirip dengan pengalaman salah satu murid Wisma Bahasa. Sebut saja Tim, salah seorang murid dan juga seorang sukarelawan di salah satu LSM internasional, merasa senang setelah selesai belajar di Wisma Bahasa karena dia ingin segera bekerja di Jayapura, Papua. Setelah urusan di Wisma Bahasa sudah beres, dia segera berangkat ke Papua dengan naik pesawat. Baginya Papua adalah tempat yang belum pernah dikunjungi. Dia tahu Papua dari peta. Kebetulan pesawat dia tidak bisa langsung ke Jayapura, jadi harus transit di Biak, kepulauan di Papua. Dia pikir dia sudah sampai di Jayapura. Dia langsung memberitahu temannya untuk menjemput di bandara. Dia bilang sudah sampai di bandara Jayapura. Temannya langsung menuju bandara Jayapura. Setelah menunggu agak lama, tetapi dia tidak menemukan temanya. Dia telepon temanya di mana posisinya, tetapi ketika dicari tetap tidak ketemu.

Akhirnya dia memutuskan pergi ke luar bandara dan mencari taksi. Setelah dapat taksi dia memberikan sepotong kertas yang bertuliskan alamat kepada sopir taksi. Sopir taksi kaget dan bilang, “Alamat ini di Jayapura, Mas!” “Iya, bagus kalau Bapak sudah tahu. Cepat ya Pak, teman-temanku sudah menunggu! Nanti saya bayar lebih,” sahut Tim. Sopir taksi tambah bingung, mungkin dia sempat berpikir, “Orang ini gila apa ya. Kamu pikir taksiku bisa terbang!” Tanpa pikir panjang, sopir taksi menjelaskan kepada Tim bahwa Biak itu jauh sekali dari Jayapura. Kira-kira dibutuhkan waktu 2 jam untuk sampai Jayapura, itupun dengan naik pesawat. Dengan perasaan malu, Tim kembali masuk ke bandara dan beli tiket pesawat ke Jayapura. Dia masih harus menunggu pesawat berang kat selama 2 jam. Dia memberitahu teman-temanya di Jayapura bahwa ternyata posisinya masih di Biak. Dia juga menceritakan peristiwa yang baru dialaminya. Sesampainya di Jayapura teman-temanya sudah tak kuat menahan tawa.

Comments
8 Responses to “Biak – Jayapura”
  1. benbego says:

    ya ampun… kok bisa gitu ya!

  2. paduwa says:

    katanya sudah lihat Peta,…. trus waktu naik pesawat petanya dibawa tidak ?? jangan2 si bule cuma bisa ngomong bahasa Indonesia tpi g bisa baca bahasa Indonesia. soalnya pasti ada tulisan welcome or selamat datang di airport mana gitu.

  3. Wahyu says:

    Hehehehhee, sebagai orang yang kerjanya balik Jogja – Jayapura, baca ini lucu sekali😀

  4. tio says:

    Itu orang kok aneh ya?Apa peta Indonesia yang beredar di luar negri beda ya dengan yang beredar di Indonesia???

  5. jack says:

    Bisa terjadi pada siapa saja , he he

  6. KEVIN says:

    Dalam melakukan segala sesutu kita sering ceroboh dan tidak hati-hati untuk itu kita herus teliti…..banyak kejadian yang diluar pikiran kita sering terjadi. untuk kita harus serius dalam melaksanakan suatu pekerjaan walaupun itu kecil.

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] liat iklan U Mild yang baru? Yang ceritanya iklan tersebut ada 3 karyawan mendapat bonus liburan dari bosnya itu loh.. Mana […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: