Pelatihan Bahasa Indonesia bagi Diplomat Asing tahun 2008


Pusat Pendidikan dan Pelatihan Departemen Luar Negeri untuk keempat kalinya menyelenggarakan program Promotion of Indonesian Language for Foreign Diplomats. Program yang akan diikuti diplomat muda dari negara-negara Asia Pasifik diantaranya adalah Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam, Jepang, Papua Nugini, Fiji dan Rusia, akan diadakan pada 24 Juni – 19 September 2008 di Wisma Bahasa Yogyakarta.

Mengawali program, pada 24 Juni 2008, Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri RI Imron Cotan di ruang kerjanya menerima para peserta. Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal menyampaikan penghargaan Indonesia atas kehadiran para peserta. Lebih lanjut dikemukakan bahwa program ini dimaksudkan sebagai sarana untuk saling mengenal negara dan pribadi aparat pemerintah di kawasan. Diharapkan program ini dapat lebih mendekatkan hubungan personal, institusional dan bahkan negara-negara di kawasan di masa mendatang melalui diperkenalkannya bahasa dan kebudayaan Indonesia.

Program ini merupakan perluasan negara partisipan dari program pelatihan serupa yang telah tiga kali dilangsungkan bagi para diplomat dari negara-negara ASEAN+3. Program dimaksud bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan diplomat dari negara-negara Asia Pasifik dalam memahami norma-norma serta nilai-nilai yang serupa, serta mengembangkan a sense of regional identity dan meningkatkan kemampuan para peserta untuk menggunakan dan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.

Pelatihan bahasa Indonesia bagi diplomat Asing ini adalah merupakan pelatihan keterampilan di bidang bahasa yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Deplu RI bekerjasama dengan Wisma Bahasa, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Indonesia di Yogyakarta.

Peserta diklat Bahasa Indonesia akan mendapatkan pembelajaran Bahasa Indonesia umum dan untuk tujuan-tujuan khusus, diskusi dengan akademisi setempat mengenai Indonesia, sesi khusus (membatik, memasak, tari, dan kerajinan tradisional), serta kunjungan ke obyek bersejarah. Peserta pelatihan juga akan mengadakan temu muka dengan pimpinan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program pelatihan serupa pertama kali diselenggarakan di Wisma Bahasa, Yogyakarta, pada 9 Agustus – 20 Oktober 2005 dan diikuti oleh 13 orang peserta dari 8 negara ASEAN+3. Program yang kedua diselenggarakan di Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, pada 1 September – 30 November 2006 dan diikuti oleh 19 peserta dari 9 negara ASEAN+3. Program yang ketiga kembali diselenggarakan di Wisma Bahasa, Yogyakarta, pada 6 Juni-31 Agustus 2008, dan diikuti oleh 16 peserta dari 10 negara ASEAN+3.

Dengan adanya program ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai bahasa, budaya, dan kondisi Indonesia, namun juga pemahaman mengenai masing-masing negara dengan cara meningkatkan kerja sama dan people-to-people contact antar negara-negara peserta pelatihan. (Sumber : Pusdiklat Deplu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: