Mami Vi


Saya senang sekali bertemu dengan Mami Vin, pemimpin waria di Yogyakarta. Kami bertemu di KEBAYA, organisasi dia. Dia setengah tua dan rambutnya sudah mulai memutih. Dia berkacamata dan memakai baju sederhana. Dia ramah sekali dan sering tersenyum. Waktu diwawancarai, dia selalu berbicara jujur dan tulus.

Ketika masih kecil, Mami Vin sudah tahu dia berbeda. Dia suka mainan perempuan dan suka bermain dengan perempuan. Ketika remaja, dia mendapat tekanan karena banyak orang mengejek dia “banci.” Orang bilang kalau dia hidup sebagai banci, dia akan masuk neraka. Dia takut dia berdosa. Dia bertanya-tanya siapa dirinya. Akhirnya, waktu dia berumur dua puluh lima tahun, dia memutuskan hidup sebagai waria. Sesudah itu, dia bertanggung jawab untuk apa yang dilakukan sebagai waria. Dia mau membuktikan kepada masyarakat bahwa waria tidak seperti yang mereka pikir. Waria bisa berkarya.

Mami Vin mengakui bahwa dia bekerja sebagai PSK ketika pertama kali dia mulai bekerja, tetapi dia berhenti sesudah bekerja pada LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) pada tahun 1990. Dia suka menolong orang. Sebagai petugas lapangan, dia kenal dengan banyak orang. Mami Vin juga mengurus banyak anak-anak jalanan. Dia sering berkunjung ke stasiun kereta api, di mana anak-anak jalanan tinggal. Mami Vin bercanda bahwa dia punya lebih dari 400 “anak.” Akhirnya, sesudah lima belas tahun, dia memutuskan untuk fokus pada masalah waria saja. Karena saat itu banyak waria terinfeksi oleh HIV/AIDS. Dia membuat organisasi baru, yang bernama KEBAYA (Keluarga Besar Waria Yogyakarta).

Waria di Yogyakarta berjumlah kira-kira tiga ratus orang (65% pendatang, 35% asli Yogyakarta). Kebanyakan (75%) bekerja sebagai PSK. Pekerjaan mereka berbahaya karena waria rentan terhadap HIV. Rata-rata waria di Indonesia berpendidikan rendah dan kesadaran terhadap HIV khususnya rendah sekali.

Waria melakukan hubungan seks yang tidak aman. Dilematis untuk waria, karena kadang-kadang waria mau pakai kondom tetapi konsumen tidak mau. Karena waria perlu uang untuk makan, mereka tidak memprotes keinginan konsumen. Dari 150 waria yang sudah diperiksa, 20% positiv terinfeksi HIV.

Mami Vin mencoba menolong waria. Dia merekrut lima orang untuk membantu dia dan lima orang ini mendapatkan training tentang bahaya HIV. Mereka memberikan informasi tentang HIV kepada para waria lain dengan memakai bahasa yang sederhana. Mereka juga memberikan kondom gratis dan obat kepada para waria, dan merawat waria yang sudah positif terinfeksi HIV dengan memperhatikan makanan mereka.

Di kehidupan Mami Vin ada banyak kesedihan dan kekecewaan. Dari 1995 sampai 2000, dia melihat organisasi garis keras Islam memukul waria supaya kembali menjadi laki-laki lagi. Dia melihat teman dekatnya meninggal karena AIDS. Orang tua Mami Vin tidak pernah mendukung dia. Mereka lama sekali tidak berbicara dengan dia. Mereka hanya menghubungi dia sesudah mereka melihat Mami Vin diwawancarai di televisi. Sebetulnya, saya ingin mengetahui lebih banyak tentang kehidupan cinta waria, tetapi Mami Vin sedikit sekali berbicara tentang pacar. Dia menjelaskan bahwa banyak pacar waria hanya mau uang waria saja. Sulit sekali mencari cinta sejati katanya.

Meskipun kehidupannya sulit, jiwa Mami Vin masih kuat. Dia punya pekerjaan yang penting untuk masyarakat. Dia punya banyak teman dan “anak.” Orang tua dia tidak perduli dengan dia, tetapi dia masih membuat komunitas untuk dirinya dan para waria lainnya. Saya meninggalkan KEBAYA dengan perasaan penuh harapan. Cerita Mami Vin bukan tragedi lagi.

Penulis: Kathy Huang (Level: Post-Intermediate), asal Amerika, periode belajar: 23 Juni – 18 Juli 2008

Comments
One Response to “Mami Vi”
  1. munggur says:

    akan lebih baik kalau murid menulis dan mencantumkan namanya di postingan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: