Tangan baik dan tangan jelek


Bagi orang Indonesia, pasti tidak asing mendengar orang tua bilang kepada anaknya untuk pakai “tangan yang baik”, yaitu tangan kanan, untuk memberi atau menerima. Berbeda dengan kultur di negara lain, kebanyakan orang Indonesia hidup dengan kultur tangan kanan baik dan tangan kiri tidak baik. Kultur ini sangat kuat, salah satunya di kota Padang, Sumatera Barat. Berikut ceritanya.

Suatu kali, seorang bernama Kunoto pertama kali pergi ke Padang. Setelah beberapa hari tinggal di sana, dia mau pergi melihat-lihat kota naik bis. Tetapi hampir dua jam dia tidak berhasil membuat bis berhenti. Padahal, semua bis yang melewatinya masih kosong. Kunoto merasa heran. Setelah beberapa waktu, dia bertemu dengan temannya. Dia segera menceritakan bahwa tidak ada satu pun bis berhenti, padahal dia sudah melambaikan tangan. Teman Kunoto bertanya, “Kamu melambaikan tangan kanan atau tangan kiri?” Kunoto merasa heran dengan pertanyaan itu. Dia berpikir mengapa temannya bertanya hal aneh seperti itu. Tetapi kemudian teman Kunoto menjelaskan bahwa di Padang, tangan kiri sangatlah tabu, dan dianggap tidak sopan. Kunoto ingat bahwa dia melambaikan tangan kirinya, karena tangan kanannya membawa tas. “Oh, pantas saja,” kata Kunoto. Sekarang dia mengerti bahwa beberapa orang sangat kuat dalam hal kesopanan.

Sumber : Intisari, Juli 2000

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: