Malam Indonesia 2008


Pada hari Sabtu, 23 Agustus yang lalu, Wisma Bahasa mengadakan acara Malam Indonesia. Acara ini adalah acara tahunan yang diselenggarakan sebagai puncak acara ulang tahun Wisma Bahasa  dan juga untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, acara ini juga untuk acara perkenalan budaya Indonesia untuk orang asing. Dalam acara ini hampir semua murid, guru dan staff Wisma Bahasa memakai kostum pakaian daerah.

Kecuali itu ada lima anjungan untuk festival budaya, yaitu:

1. Anjungan dari Sumatera dan Melayu, yang diwakili oleh Wisma Mahasiswa Sumatera Barat (Padang) dan dari Melayu Online (Balai Pengkajian Melayu),

2. Anjungan Kalimantan, yang diwakili oleh Wisma Mahasiswa Kalimantan Barat,

3. Anjungan dari NTT, yang diwakili dari Wisma Mahasiswa NTT,

4. Anjungan Sulawesi, yang diwakili oleh Wisma Mahasiswa Sulawesi Selatan, dan

5. Anjungan Papua, yang diwakili oleh Wisma Mahasiswa Papua.

Dari setiap anjungan dipamerkan pernik-pernik, tarian, slide show yang berhubungan dengan kebudayaan setempat. Dengan berkunjung ke setiap anjungan, pengunjung merasa sudah berada di daerah yang sebenarnya. Karena setiap anjungan didesign sedemikian rupa sehingga segala hal yang ada di dalamnya mewakili daerah masing-masing.

Acara belangsung dari pukul 18.30 – 22.30. Acara dibuka dengan tarian dari Padang (Sumatera Barat) sebagai tari selamat datang. Selanjutnya setiap tamu yang datang dipersilakan menikmati hidangan yang telah disajikan oleh panitia. Ada beberapa makanan daerah, seperti bajigur, jajanan pasar, siomay, bakso, dan tentunya makanan utama. Sambil menikmati hidangan, para pengunjung menikmati live music keroncong, anjungan, dan tontonan lainnya.

Setelah puas dengan tontonan dan hidangan, peserta masih dipuaskan dengan beberapa door prize dari beberapa hotel. Sebelum acara selesai, ada fashion show dari peserta baik guru maupun murid yang memakai kostum tradisional secara berpasangan.

Setelah penyerahan hadiah pada para murid dan guru yang berulang tahun pada bulan Agustus dan penyerahan piagam kepada setiap anjungan, acara ditutup dengan menari sajojo dan foto bersama.

Comments are closed.

%d bloggers like this: