Penutupan Program ‘The Promotion of Indonesian Language Program for Foreign Diplomats’


Para diplomat negara-negara ASEAN+3, Pasifik dan Rusia kini telah lebih memahami bahasa dan budaya Indonesia. Hal ini terlihat saat penutupan acara program The Promotion of Indonesian Language Program for Foreign Diplomats pada 18 September 2008 di Yogyakarta. Dalam presentasi bahasa Indonesia,  para peserta pelatihan menunjukkan pemahaman yang baik atas bahasa dan budaya Indonesia yang pluralistik dan moderat. 

Penutupan program dilakukan oleh Direktur Sekolah Dinas Luar Negeri dan dihadiri oleh para mitra kerja dari kalangan akademisi, lembaga swadaya masyarakat, kepala Sekolah SMP Negeri 2, Jetis, Bantul, Yogyakarta, pejabat Deplu serta pejabat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelatihan diikuti oleh 10 diplomat/pejabat pemerintah dari Fiji, Jepang, Kamboja, Korea Selatan, Laos, Myanmar, Papua Nugini, Rusia dan Vietnam di kota budaya, Yogyakarta.  Pelatihan telah berlangsung sejak 23 Juni hingga 18 September 2008. Pelatihan tersebut merupakan kerjasama antara Departemen Luar Negeri RI, khususnya Pusdiklat dengan Wisma Bahasa sebuah lembaga pelatihan bahasa swasta terkemuka di Yogyakarta.

Selama 3 bulan pelatihan, para peserta diperkenalkan dan mendalami bahasa serta budaya Indonesia. Pelatihan dilakukan setiap hari dan bersifat one-on-one, satu guru satu siswa. Tak hanya itu, para siswa juga diperkenalkan dengan budaya setempat melalui kunjungan ke sejumlah lokasi bersejarah, melihat dan mempraktikkan berbagai seni daerah setempat, termasuk memperagakan sebuah pagelaran wayang kulit. Para peserta juga melakukan berbagai interaksi dengan masyarakat dan para pemimpin setempat.

Acara penutupan dipenuhi dengan berbagai acara termasuk penyampaian kesan, bernyanyi dan menari bersama. Dalam kesempatan tersebut terlihat adanya rasa kedekatan yang tinggi antara para peserta, peserta dengan penyelenggara,  dan peserta dengan Indonesia, khususnya dengan kota dan masyarakat Yogyakarta.

Program yang telah berjalan sejak 2005 ini awalnya diperuntukkan bagi para diplomat negara-negara ASEAN+3 sesuai komitmen Presiden RI pada Konperensi Tingkat Tinggi/KTT ASEAN+3 di Vientiane, Laos pada November 2004. Sejak tahun ini, program tersebut diperluas untuk juga mengikutsertakan para diplomat di luar negara-negara ASEAN+3.

Program pembelajaran Bahasa Indonesia sebagaimana program serupa yang terdapat di sejumlah negara ASEAN merupakan upaya ASEAN untuk saling mengenal bahasa dan budaya para negara anggota. Lebih luas lagi, pengenalan bahasa dan budaya ini akan menjadi semakin berdaya guna dan pada gilirannya dapat  memperdalam saling pengertian dan membangun kebersamaan. Semangat yang coba digalang ini diharapkan akan lebih memperkuat pemahaman antar bangsa di kawasan dan dapat menjadi pendorong bagi kerjasama antar negara yang lebih efektif.   (Sumber: Pusdiklat)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: